He who has a thousand friends has not a friend to spare,And he who has one enemy will meet him everywhere.

Ali ibn-Abi-Talib (602 AD - 661 AD), A Hundred Sayings

Wednesday, March 26, 2008

SEANDAINYA......

Bagai dikata,
Seandainya engkau menjadi bulan,
Biarlah aku menjadi pungguknya.
Seandainya engkau menjadi malam,
Biarlah aku menjadi siangnya.
Seandainya engkau menjadi bunga,
Biarlah aku menjadi tanahnya,
Seandainya engkau menjadi air,
Biarlah aku menjadi sungainya.
Seandainya engkau menjadi awan,
Biarlah aku menjadi anginnya.
Seandainya engkau menjadi dedaun,
Biarlah aku menjadi akarnya.
Seandainya engkau menjadi cahaya,
Biarlah aku yang menjadi bayangnya.
Seandainya engkau menjadi gunung,
Biarlah aku yang menjadi batuannya.
Seandainya engkau menjadi si kaya,
Biarlah aku yang menjadi si fakirnya.
Seandainya engkau menjadi raja,
Biarlah aku menjadi hambanya.
Seandainya engkau menjadi si bijak pandai,
Biarlah aku menjadi si dungu lembab.
Seandainya engkau menjadi putih,
Biarlah aku menjadi hitamnya.
Seandainya engkau menjadi cantik,
biarlah aku menjadi si hodoh yang buruk.
Seandainya engkau menjadi yang terbaik,
Biarlah aku menjadi yang terbawah.
Seandainya engkau adalah nyawa,
Biarlah aku menjadi jasadnya.
Seandainya engkau adalah cinta,
Biarlah aku menjadi cintamu.
dan......
Seandainya engkau menjadi hidup,
Biarlah aku hidup bersamamu..... sehingga akhirnya.....
tapi.....
Seandainya aku mati,
Biarlah engkau hidup seribu tahun lagi,
untuk mengenang cintaku pada cintamu,
untuk mengenang seandainya aku menjadi segala yang engkau mahu.....

IKHLASKAH......

Keikhlasan..... sukar atau senang?
sukar untuk diketahui, tapi senang dilakukan.....
sukar untuk ditetapkan, tapi senang disalah ertikan.....
ikhlas itu indah,
ikhlas itu cantik,
ikhlas itu luhur,
tapi sukar sangatkah untuk ikhlas?
hati yang mahu, tapi akal yang dangkal menidakkan,
kalah dengan nafsu yang mengongkongnya.....
datanglah wahai ikhlas ke dalam dada2 manusia,
datanglah ke dalam diri manusia yang semakin lokek,
datanglah ke dalam jiwa manusia yang semakin lupa,
yang semakin lupa apa erti keikhlasan,
yang lupa manisnya ikhlas itu,
ikhlas itu bukan dicipta,
ikhlas itu bukan untuk dilupa,
ikhlas itulah sandaran hati kita,
ikhlas itulah pemula hati kita,
sandaran dan pemula kepada hati2 yang tulus dan murni sifatnya.....
sesekali biarlah keikhlasan menapak atau menjelma,
biarlah ianya mekar walau seketika di dalam diri kita,
kenangan ikhlas tidak pudar,
tidak pudar walau jatuh ke dalam lubuk,
kerana ikhlas itulah kejujuran dan kemanisan hidup,
kerana ikhlas itulah pasak keutuhan hati yang berbunga,
kerana ikhlas itulah segala yang mulus,
yang terselindung disebalik hati kita yang berkabus,
kabus dingin yang mendinginkan hati2 manusia,
datanglah keikhlasan,
datanglah walau seketika,
moga hati2 yang masih ada tahu apa itu indah.....
ikhlas itulah yang terindah.....
Pray that your loneliness may spur you into finding something to live for, great enough to die for.

Dag Hammarskjold (1905 - 1961)
You love the world very dearly. If you did not love the world, you would not mention it so much. It is always the purchaser who first disparages what he wants to buy. If you wre done with the world, you would not mention it either for good or evil. As it is, you keep mentioning it because, as the proverb says whoever loves a thing mentions it frequently.

Rabi'a al-Adawiyya